Effect

Senin, 05 Agustus 2013

Contoh Gantt Chart dan Penjelasannya

PENGANTAR
           Gantt chart adalah jenis bar chart , yang dikembangkan oleh Henry Gantt pada 1910-an, yang menggambarkan suatu jadwal proyek . Grafik Gantt menggambarkan tanggal awal dan akhir dari elemen terminal dan elemen ringkasan dari suatu proyek . Elemen terminal dan elemen ringkasan terdiri dari struktur rincian kerja proyek. Beberapa grafik Gantt juga menunjukkan ketergantungan (yaitu jaringan didahulukan) hubungan antara kegiatan. Gantt chart dapat digunakan untuk menampilkan status jadwal saat ini menggunakan nuansa persen-lengkap dan vertikal "TODAY" garis seperti yang ditunjukkan di sini.
           Meskipun sekarang dianggap sebagai teknik charting umum, grafik Gantt dianggap revolusioner ketika pertama kali diperkenalkan. Dalam pengakuan Henry Gantt kontribusi 's, yang Henry Laurence Gantt Medali ini diberikan untuk pencapaian dibedakan dalam manajemen dan dalam pelayanan masyarakat. Bagan ini juga digunakan dalam teknologi informasi untuk mewakili data yang telah dikumpulkan. 

SEJARAH PERKEMBANGAN
             Pertama alat yang dikenal dari jenis ini dikembangkan pada tahun 1896 oleh Karol Adamiecki , yang menyebutnya harmonogram a. Adamiecki menerbitkan grafik pada tahun 1931, namun hanya di Polandia, yang terbatas baik adopsi dan pengakuan penulisnya. Grafik ini dinamai Henry Gantt (1861-1919), yang merancang bagan sekitar tahun 1910-1915.
            Salah satu aplikasi besar pertama dari grafik Gantt adalah selama Perang Dunia I . Atas inisiatif Jenderal William Crozier , maka Kepala Ordnance ini termasuk bahwa dari Armada Darurat , yang Dewan Pengiriman , dll.
               Pada 1980-an, komputer pribadi memungkinkan untuk penciptaan luas grafik Gantt kompleks dan rumit. Aplikasi desktop pertama dimaksudkan terutama untuk manajer proyek dan proyek penjadwal. Dengan munculnya internet dan peningkatan kerjasama melalui jaringan pada akhir 1990-an, grafik Gantt menjadi fitur umum dari aplikasi berbasis web, termasuk kolaboratif groupware

KEUNTUNGAN DAN KETERBATASAN 

         Gantt chart telah menjadi teknik umum mewakili fase dan kegiatan proyek struktur rincian kerja (WBS), sehingga mereka dapat dipahami oleh khalayak luas di seluruh dunia. Teknik ini sering digunakan dalam Manajemen Proyek untuk membantu rincian proyek. 
               Sebuah kesalahan umum yang dibuat oleh orang-orang yang menyamakan desain bagan Gantt dengan desain proyek adalah bahwa mereka berusaha untuk menentukan proyek struktur rincian pekerjaan pada waktu yang sama bahwa mereka menentukan jadwal kegiatan. Praktek ini membuat sangat sulit untuk mengikuti 100% Aturan . Sebaliknya WBS harus sepenuhnya didefinisikan untuk mengikuti 100% Aturan. maka jadwal proyek dapat dirancang.
              Meskipun grafik Gantt berguna dan berharga untuk proyek-proyek kecil yang cocok pada satu lembar atau layar, mereka dapat menjadi sangat berat untuk proyek dengan lebih dari sekitar 30 kegiatan.  
Bagan Gantt lebih besar mungkin tidak cocok untuk kebanyakan komputer display. Sebuah kritik yang terkait bahwa bagan Gantt berkomunikasi relatif sedikit informasi per satuan luas layar. Artinya, proyek seringkali jauh lebih rumit daripada yang dapat dikomunikasikan secara efektif dengan bagan Gantt.
Gantt chart hanya mewakili bagian dari tiga kendala (biaya, waktu dan ruang lingkup) proyek, karena mereka memusatkan perhatian terutama pada pengelolaan jadwal. Selain itu, grafik Gantt tidak mewakili ukuran proyek atau ukuran relatif unsur-unsur kerja, maka besarnya suatu kondisi di belakang jadwal miscommunicated mudah. Jika dua proyek adalah jumlah hari yang sama di belakang jadwal, proyek yang lebih besar memiliki efek lebih besar pada pemanfaatan sumber daya, namun Gantt tidak mewakili perbedaan ini.
           Meskipun perangkat lunak manajemen proyek dapat menampilkan dependensi jadwal sebagai garis antara dua aktivitas, menampilkan sejumlah besar dependensi dapat mengakibatkan berantakan atau dibaca bagan. Karena bar horizontal dari bagan Gantt memiliki tetap tinggi, mereka dapat menggambarkan beban kerja waktu bertahap (kebutuhan sumber daya) dari suatu proyek, yang dapat menyebabkan kebingungan terutama di proyek-proyek besar. Dalam contoh yang ditunjukkan dalam artikel ini, Kegiatan E dan G tampaknya ukuran yang sama, tetapi dalam kenyataannya mereka mungkin perintah berbeda besarnya. Sebuah kritik terkait adalah bahwa semua kegiatan dalam bagan Gantt menunjukkan beban kerja direncanakan sebagai konstan. Dalam prakteknya, banyak kegiatan (terutama elemen ringkasan) memiliki rencana kerja front-loaded atau back-loaded, sehingga bagan Gantt dengan shading persen-lengkap mungkin sebenarnya miscommunicate status kinerja jadwal yang benar.
             Gantt Chart biasanya di gunakan untuk kita sebagai kesehatan masyarakat dalam melakukan perencanaan kedepannya. dan untuk lebih mempermudah teman-teman dalam melakukan PBL silahkan download contoh gantt chart yang telah saya buat waktu PBL II 
Contoh Gantt Chart

 

Sabtu, 11 Mei 2013

Risiko Kesehatan Yang Dipicu Penggunaan Ponsel Berlebihan

3 09:51:42
Risiko kesehatan yang dipicu penggunaan ponsel berlebihan
Ilustrasi menggunakan ponsel. 
 

Kita tentu sering mendengar tentang risiko kesehatan yang dipicu penggunaan ponsel yang berlebihan. Tak jarang, radiasi ponsel juga diduga dapat menyebabkan risiko kesehatan yang fatal seperti kanker. Meskipun banyak ahli medis mengatakan bahwa tidak ada bukti konklusif dari fakta tersebut, ada penelitian yang menunjukkan bahwa radiasi ponsel memiliki efek kumulatif pada kesehatan manusia apabila digunakan secara berlebihan. Nah, berikut adalah risiko kesehatan yang dipicu penggunaan ponsel secara berlebihan, seperti dilansir Boldsky.

1. Sakit kepala

Ponsel telah diidentifikasi sebagai pemicu sakit kepala sebelah atau migrain. Radiasi dari ponsel menimbulkan rasa berdengung di telinga yang pada akhirnya mengarah pada rasa nyeri di kepala.

2. Kelelahan

Radiasi ponsel dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Ini akan membuat Anda merasa cepat lelah dan letih.

3. Gangguan Tidur

Penggunaan ponsel yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan stres yang akhirnya mengganggu kenyamanan tidur.

4. Kehilangan memori

frekuensi radiasi dari ponsel dapat mengganggu kemampuan otak untuk menyimpan informasi. Itu sebabnya, penggunaan ponsel yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan memori.

5. Infertilitas

Kebanyakan pria kerap meletakkan ponsel di saku celana. Hal itu sangat berbahaya karena radiasi dan panas dari ponsel dapat membunuh sperma.

6. Reaksi toksik

Radiasi ponsel dapat menghasilkan racun berbahaya yang mengalir ke otak sehingga menyebabkan reaksi toksik.

7. Masalah pendengaran

Menggunakan ponsel dengan volume suara yang tinggi selama berjam-jam dapat memberi tekanan pada gendang telinga. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan sakit telinga dan masalah pendengaran.

8. Kanker

Radiasi ponsel tidak baik untuk tubuh karena itu mampu mendorong munculnya tumor dan pertumbuhan kanker. Namun, tidak ada cukup bukti yang menghubungkan penggunaan ponsel berlebihan dengan kanker secara langsung. Namun, para ilmuwan sedang melakukan penelitian mengenai hal ini.

9. Masalah emosional

Nomophobia adalah jenis fobia baru yang menandai adanya rasa takut kehilangan atau berada jauh dari ponsel. Kecanduan ini bisa membuat Anda mengalami masalah emosional yang tidak stabil dan lebih senang berada di dunia maya ketimbang bersosialisasi di dunia nyata.

Inilah sembilan risiko kesehatan yang mengancam Anda apabila sering menggunakan ponsel secara berlebihan.

Makanan Berlemak Bikin Cepat Ngantuk



Makanan berlemak bikin cepat ngantuk

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan yang Anda konsumsi tak hanya berpengaruh terhadap kesehatan melainkan juga dengan tingkat konsentrasi dan rasa ngantuk yang Anda rasakan setiap hari.
Penelitian menemukan bahwa mengonsumsi makanan berlemak membuat seseorang mudah ngantuk di siang hari. Sementara makanan kaya karbohidrat menyebabkan peningkatan konsentrasi dan menghilangkan rasa ngantuk. Selain itu diketahui tak ada pengaruh dari makanan kaya protein terhadap rasa kantuk dan konsentrasi.
Hasil ini diketahui setelah penelitian mengamati rasa ngantuk dan konsentrasi dari 31 orang berusia 18 sampai 65 tahun yang tidak mengalami obesitas. Partisipan merupakan orang yang memiliki pola tidur cukup dan normal. Kemudian peneliti pun mengamati makanan yang mereka konsumsi.
Hasil penelitian ini tidak mengikutsertakan beberapa faktor lain seperti usia, gender, BMI, jumlah jam tidur, atau jumlah kalori yang dikonsumsi, seperti dilansir oleh US News (10/05).
"Peningkatan konsumsi lemak memiliki efek buruk terhadap tingkat konsentrasi dari orang yang tidak terkena obesitas," ungkap Dr Alexandros Vgontaz, profesor dari Penn State Coollege of Medicine.
Penelitian ini menambahkan bukti adanya kaitan antara jenis diet dan rasa ngantuk. Diet tinggi lemak juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit jantung. Selain itu, Vgontaz juga menjelaskan kemungkinan bahaya yang dialami individu akibat rasa ngantuk yang mungkin terjadi saat berada di jalan setelah mengonsumsi makanan berlemak.
Inspired BY MERDEKA.com

Senin, 29 April 2013

Pengertian Kesehatan Masyarakat



Pengertian Kesehatan Masyarakat Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat “ untuk : (Notoatmodjo, 2003)
    1. Perbaikan sanitasi lingkungan
    2. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
    3. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
    4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
    5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial, dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.
Banyak disiplin ilmu yang dijadikan sebagai dasar ilmu kesehatan masyarakat antara lain, Biologi, Kimia, Fisika, Kedokteran, Kesehatan Lingkungan, Sosiologi, Pendidikan, Psikologi, Antropologi, dan lain-lain. Berdasarkan kenyataan ini maka ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multidisiplin. Namun secara garis besar, disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat, atau sering disebut sebagai pilar utama Ilmu Kesehatan Masyarakat ini antara lain :
1. Administrasi Kesehatan Masyarakat.
2. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
3. Biostatistik/Statistik Kesehatan.
4. Kesehatan Lingkungan.
5. Gizi Masyarakat.
6. Kesehatan Kerja.
7. Epidemiologi.
Mengapa ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. (Notoatmodjo, 2003)
Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seni atau penerapan ilmu kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :
1. Pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular.
2. Perbaikan sanitasi lingkungan
3. Perbaikan lingkungan pemukiman
4. Pemberantasan Vektor
5. Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat
6. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
7. Pembinaan gizi masyarakat
8. Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum
9. Pengawasan Obat dan Minuman
10. Pembinaan Peran Serta Masyarakat
berdasarkan perkembangan dari zaman ke zaman bahwa kesehatan masyarakat terdiri dari beberapa bagian
yaitu:
1. Administrasi Kebijakan Kesehatan
2. Gizi
3. Promosi Kesehatan
4. Biostatistik
5. Epidemiologi
6. Kesehataan dan Keselamatan Kerja
7. Kesehatan Reproduksi
8. Manajemen Rumah Sakit